Seorang Pria Iran Ditembak Mati saat Rayakan Kekalahan Timnas di Piala Dunia 

Editor : Sudianto Pane

SURYAKEPRI.COM – Seorang pria dilaporkan dibunuh oleh petugas keamanan di bagian utara Iran saat pengunjuk rasa anti-pemerintah secara terbuka merayakan kekalahan timnas mereka di Piala Dunia.

Kalangan aktivis mengatakan Mehran Samak ditembak di bagian kepala setelah membunyikan klakson mobilnya di Bandar Anzali pada Selasa Malam.

Rekaman video dari kota lainnya menunjukkan kerumunan bersorak dan berdansa di jalan-jalan, sebagai tanda perayaan kegagalan timnas Iran di Piala Dunia.

.Baca : Hakim Kaget Ferdy Sambo Bisa Koreksi Berita Acara Interogasi

Banyak warga Iran menolak mendukung timnas sepak bola mereka di Qatar, karena menganggapnya mewakili pemerintah Republik Islam.

Media yang berafiliasi dengan pemerintah menyalahkan adanya kekuatan musuh, baik di dalam maupun di luar Iran karena memberikan tekanan kepada para pemain timnas sehingga mereka kalah 1-0 dari Amerika Serikat pada laga penentuan grup.

Para pemain timnas Iran tidak menyanyikan lagu kebangsaan mereka pada pertandingan pertama, sebagai ekspresi nyata solidaritas dengan pengunjuk rasa. Saat itu Iran dikalahkan Inggris 6-2.

Tapi pada laga selanjutnya berbeda lagi. Lagu kebangsaan Iran dinyanyikan timnas pada pertandingan melawan Wales.

Timnas Iran menang 2-0, dan dilanjutkan dengan pertandingan penuh nuansa politik melawan timnas AS.

Sejumlah pengunjuk rasa melihat lagu kebangsaan yang dinyanyikan timnas Iran sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan masyarakat.

Di sisi lain, ada juga laporan yang menyebutkan timnas mendapat tekanan kuat dari otoritas Iran.

Timnas Iran jadi sorotan menjelang Piala Dunia di tengah gejolak protes antipemerintah
Lima cara hidup di Iran yang berubah setelah 50 hari aksi protes massal anti-pemerintahan
Konflik politik yang tak berkesudahan di Iran dimulai 10 minggu lalu setelah kematian perempuan 22 tahun, Mahsa Amini saat menjalani penahanan polisi moral di Tehran.

Mahsa dituduh melanggar aturan tata cara penggunaan jilbab.

Pihak berwenang menanggapi apa yang mereka gambarkan sebagai “kerusuhan” dengan tindak kekerasan di mana kelompok hak asasi manusia Iran yang berbasis di Norwegia mengatakan setidaknya 448 orang tewas, termasuk 60 anak-anak.

Lebih dari 18.000 lainnya dilaporkan telah ditangkap.

Kalangan aktivis mengatakan Mehran Samak ditembak pasukan keamanan setelah menekan klakson mobilnya sebagai tanda protes. (Social Media)

Lembaga Iran Human Rights melaporkan bahwa petugas kemanan menembak dan membunuh Mehran Samak, 27 tahun.

Mehran ditembak saat dia menekan klakson mobilnya di kota Laut Kaspia, Bandar Azali pada Selasa malam untuk merayakan kekalahan timnas sepak bola Iran.

BBC Persia memperoleh video yang menunjukkan pemakaman Samak pada Rabu pagi.

Para pelayat terdengar meneriakkan “Kamu najis, kamu tak bermoral. Tapi saya perempuan merdeka” – sebuah slogan yang kerap diteriakkan pengunjuk rasa.

Pasukan keamanan Iran membantah membunuh pengunjuk rasa damai.

Bagaimana pun, kelompok oposisi 1500tavsir mengunggah video yang menunjukkan pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah orang-orang di barat daya kota Behbahan semalam dan memukuli perempuan di Qazvin, bagian selatan Bandar Anzali.