Ngeri! 3 Hukuman Bagi Warga Korut Jika Ketahuan Nonton Drakor dan K-POP dari Korea Selatan

Editor: Redaksi

Warga Korea Utara.

SURYAKEPRI.COM – Korea Utara kembali menjadi sorotan setelah mengeksekusi mati tiga remaja berusia 16-17 tahun di depan publik sekitar Oktober lalu. Dua dari tiga remaja itu dihukum mati gegara ketahuan menyebarkan film Korea Selatan.

Rezim Kim Jong Unย memang terkenal kejam dan menutup warga Korut dari pengaruh asing, termasuk konten hiburan asal negara tetangganya, Korea Selatan, yang kian digandrungi dunia.

Meski Korut negara yang sangat tertutup dan ketat menyensor informasi dari dunia luar, namun banyak oknum yang berhasil menyelundupkan konten hiburan seperti musik, film, hingga drama dari luar negeri terutama Korea Selatan.

Lagu K-Pop, drama Korea, acara televisi hingga film dari Negeri Ginseng pun semakin tersebar luas di penjuru Korut yang terisolasi melalui penyelundupan konten via USB flash drive dan kartu SD yang mudah disembunyikan.

Penyelundup biasanya membawa konten media Korea Selatan ke Korut melalui China. Dari situ, para distributor menyebarkannya ke orang-orang.

Rezim Kim Jong Un pun semakin khawatir tentang pengaruh budaya Korsel yang menular ke banyak generasi muda Korut saat ini.

Pada akhir 2020, Kim Jong Un mengesahkan undang-undang yang memperketat hukuman bagi warga Korut yang ketahuan mengkonsumsi budaya Korsel.

Apa saja hukumannya?

1. Penjara
Dalam UU tersebut, Korut tak segan memenjarakan siapa saja yang kedapatan menikmati dan/atau menyebarkan konten hiburan Korsel hingga 15 tahun di sebuah kamp.

Undang-undang itu turut menjatuhkan sanksi terhadap para orang tua yang kedapatan anak-anaknya melanggar aturan ini.

Pada Februari lalu, Korut dilaporkan menangkap seorang infrastruktur tari dan beberapa muridnya karena ketahuan belajar tarian K-pop.

“Kelompok Inspeksi Anti-Sosialisme menangkap seorang guru tari berusia 30-an mengajari tarian disko bergaya luar negeri ke beberapa murid remaja di Yangji-dong, Kota Pyongsong,” kata seorang warga di Pyongsong kepada Radio Free Asia pada 31 Januari lalu.

Menurut sumber yang dirahasiakan ini, ada USB flash drive yang memuat berbagai lagu asing dan video tarian K-Pop terpasang di layar TV saat guru dan murid itu digerebek pihak berwenang.