Ragu Kesaksian Kuat, Hakim: Tidak Akan Ada 95 Polisi Disidang Jika Berkata Jujur Diawal

Editor: Redaksi

Kuat Ma'ruf

SURYAKEPRI.COM – Hakim Ketua Wahyu Imam Santoso meragukan kesaksian Kuat Ma’ruf dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hakim menilai apabila Kuat memberikan keterangan yang benar, maka tidak ada puluhan anggota Polri yang diadili secara etik terkait kasus tersebut.

Kuat mengaku tidak pernah diperiksa oleh penyidik di rumah dinas Ferdy Sambo yang berada di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Kuat justru dibawa ke Provos Polri untuk dimintai keterangan. Namun, ia tak mengetahui sosok yang membawanya kala itu.

“Siapa Provosnya biar saya panggil?” tanya hakim.

“Bagus dipanggil Yang Mulia,” kata Kuat.

“Siapa namanya?” tanya hakim lagi.

“Saya tidak kenal,” jawab Kuat.

Hakim kemudian menegur Kuat. Jika saja saat itu Kuat jujur mengenai peristiwa penembakan Brigadir J, maka tidak akan ada proses sidang etik yang harus dijalani oleh sebanyak 95 anggota Polri.

“Kalau saudara sudah membuat keterangan seperti itu itu di awal, ceritanya enggak seperti ini, paham? Tidak akan 95 polisi yang akan disidang etik, kalau saudara bicara seperti itu,” ujar hakim.