Ini Penyebab Batuk yang Tak Berhenti dan Tenggorokan Gatal, Berikut Solusinya

Perbedaan batuk biasa dan terinfeksi virus corona.(ist)

SURYAKEPRI.COM – Batuk yang tidak berhenti dan tenggorokan gatal dapat terasa sangat mengganggu. Kondisi ini tak jarang membuat tubuh jadi kurang nyaman.
Batuk sebenarnya memiliki tujuan tersendiri untuk mengeluarkan lendir yang menyebabkan tenggorokan jadi gatal.

Hanya saja, keadaan seperti ini sering kali tidak tertahankan sehingga Anda jadi tidak bisa beristirahat dengan tenang.

Penyebab Batuk Tidak Berhenti dan Tenggorokan Gatal

Melansir dari Healthline, batuk tak kunjung berhenti dan tenggorokan gatal dapat disebabkan oleh beberapa kondisi berikut.

1. Alergi
Tenggorokan gatal seperti menggelitik dan batuk yang keterusan, bisa dipengaruhi oleh alergi. Alergi terjadi saat tubuh melepas antibodi untuk mempertahankan diri dari zat asing.

Reaksi alergi pada setiap orang umumnya berbeda-beda. Ada yang disebabkan serbuk sari, bulu hewan, udara dingin, sengatan serangga, pengaruh makanan serta obat tertentu.

2. Gejala flu biasa
Gejala flu biasa sering kali memicu rasa gatal di tenggorokan. Kondisi ini umumnya disebabkan karena paparan virus.

Ketika Anda mengalami flu, tenggorokan terasa gatal karena adanya lendir mengalir ke bagian belakang sehingga mengakibatkan batuk sebab saluran pernapasan terganggu.

3. Faringitis
Faringitis atau radang tenggorokan adalah kondisi peradangan yang terjadi di bagian faring yaitu tenggorokan.

Penyebabnya bisa karena bakteri atau infeksi virus influenza, epstein-barr, atau rhinovirus. Salah satu gejalanya yaitu gatal di tenggorokan dan terasa nyeri.

4. Sinusitis
Sinusitis dapat mengakibatkan batuk tidak berhenti tenggorokan gatal dan mengalami gejala seperti flu atau pilek.

Infeksi sinus menyebabkan produksi lendir atau mukus jadi lebih banyak. Cairan lendir itu berada di rongga hidung dan bisa masuk ke tenggorokan yang akhirnya terjadi batuk.

5. Reflux asam
Jika Anda menderita refluks asam atau penyakit gastroesophageal reflux (GERD), asam di perut ini dapat naik kembali ke kerongkongan dan menyebabkan rasa geli.

Ketika zat asam dari perut itu naik ke kerongkongan, Anda juga akan mengalami batuk seperti tersedak.