Saturday, May 18, 2024
HomeLainnyaNasional19 Orang Ditangkap Atas Penyerangan yang Dilakukan Oleh Pendukung Lukas Enembe

19 Orang Ditangkap Atas Penyerangan yang Dilakukan Oleh Pendukung Lukas Enembe

Editor: Redaksi

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Kepolisian Daerah Papua membenarkan sejumlah insiden yang terjadi saat penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe pada Selasa 10 Januari 2023 lalu. Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyebut pihaknya telah mengamankan 19 orang atas kejadian tersebut.

Mathius mengatakan dalam peristiwa penangkapan Lukas, terjadi kerusuhan di dua lokasi. Ia menjelaskan kedua lokasi tersebut adalah Mako Brimob Papua dan Bandara Sentani.

“Ada insiden kecil dari kejadian kemarin. Namun kita berhasil meredam segera kerusuhan tersebut,” kata Mathius pada Rabu 11 Januari 2023.

 

Atas kejadian tersebut, Polda Papua telah mengamankan 19 orang yang diduga terlibat kerusuhan itu. Mathias merincikan dua orang ditangkap dari kerusuhan di Mako Brimob dan 17 orang lainnya dari kerusuhan di Bandara Sentani.

“Kini mereka semua sedang dimintai keterangan oleh tim dari kepolisian,” kata dia melalui konferensi pers secara daring.

Namun, Mathius juga menyampaikan adanya salah seorang demonstran yang tewas dari kerusuhan itu. Ia menjelaskan satu orang tewas tersebut terkena tembakan dalam peristiwa kericuhan di Bandara Sentani, Jayapura.

“Adapun 16 orang lain sedang kita tangani kesehatannya. Tentunya kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga. Kami juga sudah mengambil langkah-langkah menangani hal itu,” ujar Mathius.

Mathius juga mengatakan kerusuhan tersebut merupakan kejadian reaksioner warga. Sebab, kata dia, Lukas Enembe merupakan salah satu tokoh besar di Papua.

“Saya kira wajar mengingat bapak Enembe memiliki banyak simpatisan, pendukung, dan keluarga,” kata dia.

Diduga terima suap Rp 1 miliar

Lukas Enembe secara resmi ditetapkan tersangka oleh KPK atas dugaan kasus suap dan gratifikasi sejumlah proyek pembangunan di Papua. Sejauh ini KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam perkara tersebut, yaitu; Lukas Enembe dan Rijanto Lakka.

Lukas Enembe diduga KPK menerima suap sebesar Rp.1 miliar dari Rijanto Lakka untuk memenangkan tender tiga buah proyek jangka panjang dengan total nilai proyek Rp.41 miliar. Lukas dan sejumlah pejabat Pemprov Papua yang lain juga disebut-sebut mendapat bagian 14 persen dari proyek tersebut setelah dipotong dengan pajak.

PPATK juga mendeteksi sejumlah aliran tidak wajar dari rekening Lukas Enembe. Mereka menyebut telah mendeteksi aliran dana ratusan miliar rupiah ke rumah judi di Marina Bay Sand, Singapura.

Selain itu, Lukas Enembe kerap mangkir dari pemanggilan KPK dalam proses pemeriksaan. Alasannya, Lukas Enembe melalui tim kuasa hukum mengaku sakit dengan membawa rekomendasi dari dokter di RS Mount Elizabeth, Singapura.

Guna memastikan klaim tersebut, KPK mengirim tim kesehatan terbang langsung ke Papua pada November 2022 lalu. Tim yang langsung dipimpin oleh Ketua KPK Firli Bahuri datang ke rumah Enembe di Jayapura. Hasilnya, KPK menyebut Enembe belum mampu untuk dilakukan pemeriksaan tersangka pada saat itu

Pada akhirnya, Lukas Enembe ditangkap oleh KPK pada 10 Januari 2023. Ia ditangkap di sebuah restoran saat perjalanan menuju Bandara Sentani. Lukas Enembe disebut-sebut oleh KPK hendak melakukan penerbangan ke Tolikara sebelum pada akhirnya ditangkap oleh penyidik KPK. Ia pun dibawa ke Jakarta untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Pada hari yang sama, Lukas Enembe tiba di Jakarta sekitar pukul 20.45 WIB. Ia langsung dibawa oleh tim KPK ke RSPAD Gatot Soebroto untuk memastikan kondisi kesehatannya. (*)

 

 

Sumber: tempo

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER