Curhat Kuat Ma’ruf yang Dituntut Hukuman Pidana 8 Tahun Penjara

Editor: Redaksi

Kuat Ma'ruf

SURYAKEPRI.COM – Kuat Ma’ruf mencurahkan isi hatinya kepada majelis hakim usai dituntut hukuman pidana delapan tahun penjara dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dalam sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1), Kuat mengaku telah dituduh selingkuh dengan istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Selain itu, Kuat juga telah dituduh turut serta merencanakan pembunuhan Brigadir J pada 8 Juli lalu.

“Saya sudah ditahan kurang lebih lima bulan dan selama itu saya sudah dituduh sebagai orang yang ikut merencanakan pembunuhan Yosua,┬ádan bahkan yang lebih parah di media sosial saya dituduh selingkuh dengan Ibu Putri,” kata Kuat saat membacakan pleidoi.

Kuat menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui terkait perencanaan pembunuhan Brigadir J. Kuat menyebut isi dakwaan dan tuntutan jaksa berisi tuduhan terhadap dirinya.

Kuat dianggap merencanakan pembunuhan Brigadir J berdasarkan pisau yang ia bawa dari Magelang, Jawa Tengah hingga ke rumah dinas Duren Tiga yang merupakan TKP pembunuhan Brigadir J.

“Padahal di dalam persidangan sangat jelas terbukti bahwa saya tidak pernah membawa tas atau pisau yang diduga keterangan dari para saksi dan hasil video rekaman yang ditampilkan,” ujar Kuat.

Kuat mengatakan bahwa tuduhan yang menyatakan dirinya bersekongkol dengan Sambo terkait pembunuhan Brigadir J tak terbukti di persidangan.

“Saya juga dianggap bersekongkol dengan Ferdy Sambo namun berdasarkan hasil persidangan tidak ada satupun saksi maupun video rekaman atau bukti lainnya yang menyatakan kalau saya bertemu dengan Ferdy Sambo di Saguling,” ujarnya.