Monday, May 20, 2024
HomeKarimunTerlilit Utang, IRT di Karimun Ini Nekad Buat Laporan Jambret Palsu ke...

Terlilit Utang, IRT di Karimun Ini Nekad Buat Laporan Jambret Palsu ke Polisi

spot_img

Terlilit Utang, IRT di Karimun Ini Nekad Buat Laporan Jambret Palsu ke Polisi

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) nekad membuat laporan jambret palsu ke Kepolisian Sektor (Polsek) Meral, Polres Karimun.

IRT tersebut nekad ‘prank’ polisi demi mendapatkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP). Selanjutnya STTLP dari Polsek Meral Polres Karimun itu rencananya akan dijadikan alasan untuk menghindari tagihan utangnya seolah-olah dirinya baru saja kehilangan uang yang banyak karena jambret.

Namun rencana hanya tinggal rencana, itu setelah Unit Reskrim Polsek Meral berhasil mengungkap akal-akalan IRT berinisial EMS tersebut.

Baca juga: Potensi PAD Rp 2 Miliar, BUP Karimun Incar Kerjasama Sektor Jasa Tunda Kapal PT Oil Tanking

Kapolsek Meral AKP Brasta Pratama Putra, SIK mengatakan,  EMS datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolsek Meral melaporkan dirinya baru saja menjadi korban tindak kriminal jambret oleh orang yang ia tak kenal di sekitar jalan raya tak jauh dari Mako Basarnas, jalan Poros, Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Kamis (9/3/2023).

“Laporannya sempat kami catat yang mana ia mengaku telah dirampas tas yang berada dibahu kanannya oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal dengan menggunakan sepeda motor kecepatan tinggi,” ujar Brasta, Jumat (24/3/2023).

Mendapati laporan tindak kriminal tersebut, Unit Reskrim Polsek Meral langsung bergerak dengan mengecek rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Mantan Kades Parit Inisial BM Ditahan Satreskrim Polres Karimun, Ini Kasusnya

Hasilnya, anggota Unit Reskrim Polsek Meral tidak menemukan pelapor menyandang tas tangan dibahu kanannya.

Curiga, petugas kemudian memeriksa saksi SN yang merupakan teman EMS sang pelapor. Kepada petugas, SN mengatakan yang sebenarnya laporan dan keterangan pelapor bahwa ia korban jambret tidak benar alias rekayasa pelapor semata.

Saksi SN turut menyerahkan tas tangan milik pelapor yang sebelumnya dilaporkan kena jambret kepada Unit Reskrim Polsek Meral sebagai bukti.

Baca juga: Politisi Golkar Raja Bakhtiar Nyatakan Siap Diusung Sebagai Bacalon Bupati Karimun

Setelah diperiksa lebih lanjut, pelapor EMS akhirnya mengakui perbuatannya telah membuat laporan palsu dan keterangan palsu.

“Adapun motif pelaku adalah untuk mendapatkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) dari Polsek Meral dan kemudian surat tersebut digunakan pelapor untuk bukti kepada suami pelapor dan para tukang kredit agar pelapor mendapatkan tenggang waktu pembayaran kredit yang dipinjam oleh pelapor terhadap para tukang kredit,” beber Brasta.

Terkait dengan adanya laporan palsu dari warga wilayah Polsek Meral tersebut, Brasta menghimbau kepada masyarakat agar jangan meniru perbuatan EMS itu.

EMS pelaku pembuat laporan palsu polisi. Foto Suryakepri.com/Dok Polsek Meral

“Karena selain merugikan diri sendiri dan masyarakat perbuatan ini juga ada unsur pidananya yaitu Pasal 220 KUHP dengan ancaman pidana 1 tahun 4 bulan, saya menghimbau lagi kepada masyarakat untuk tidak menyalahgunakan pelayanan kepolisian”, himbau Brasta.

Baca juga: Oknum Panitia Pemilihan Kecamatan Buru Diamankan Satreskrim Polres Karimun

Atas kejadian tersebut Unit Reskrim Polsek Meral menghentikan proses penyelidikan atas kejadian tersebut dan mengeluarkan SP2LID atau Surat Perintah Penghentian Penyelidikan. (*)

Penulis: Rachta Yahya

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER