Monday, July 15, 2024
HomeBatamDemi Hadirkan Energi Baru Terbarukan (EBT), PLN Bangun PLTS Apung di Batam

Demi Hadirkan Energi Baru Terbarukan (EBT), PLN Bangun PLTS Apung di Batam

* Redaksi

spot_img

BATAM, SURYAKEPRI.COM – PT PLN (Persero) bakal menghadirkan listrik dari energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di Batam, Kepulauan Riau. Berkolaborasi dengan beberapa perusahaan nasional, PLN akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung dengan total kapasitas 42 megawatt peak (MWp).

Kolaborasi ini dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani bersama oleh PT PLN Batam, PT PLN Nusantara Power dan PT Energi Baru TBS, Senin (17/4). Kesepakatan tersebut tentang rencana studi kerja sama potensi, pengembangan, pembangunan, kepemilikan, dan pengoperasian proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Batam.

Direktur Utama PLN Batam M. Irwansyah Putra, menjelaskan Nota Kesepahaman ini akan menjadi langkah awal bagi PLN Batam, PLN Nusantara Power dan Energi Baru TBS untuk bersama-sama mewujudkan transisi energi. Dia juga berharap pembangunan PLTS ini juga akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam.

“Pembangunan PLTS ini merupakan proyek EBT terbesar di Kepulauan Riau yang akan meningkatkan perekonomian dan menjadi etalase untuk mengundang investor luar untuk berinvestasi di Batam,” kata Irwansyah.

Dia menyebutkan, PLN Batam mendukung penuh transisi energi yang sudah tertuang di RUPTL PLN Batam dan merupakan program Pemerintah untuk peningkatan bauran energi baru terbarukan dan pengembangan PLTS hingga 125 Megawatt (MW) di tahun 2026.

Sementara Direktur Utama Energi Baru TBS, Dimas Adi Wibowo, menyampaikan antusiasmenya untuk berkolaborasi dengan Nusantara Power dan PLN Batam. Dengan kapasitas 42 MWp, total investasi yang akan dikeluarkan oleh TBS diperkirakan mencapai US$ 50 juta dan diharapkan mulai beroperasi tahun 2024.

Menurutnya, proyek ini menjadi prioritas TBS dalam sektor energi terbarukan dan akan menjadi proyek energi terbarukan skala besar pertama di Pulau Batam.

“Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan Nusantara Power dan PLN Batam dalam proyek PLTS Apung Tembesi ini. Proyek ini merupakan langkah penting dalam transformasi energi di Pulau Batam dan dukungan kami terhadap visi pemerintah untuk mencapai target energi terbarukan,” ungkap Dimas.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto, mengatakan MoU ini akan menjadi bagian dari transformasi PLN untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen tahun 2030 guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.

“Kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat transisi energi di Indonesia. PLN tidak bisa berdiri sendiri, PLN harus terbuka dan berkolaborasi menggandeng berbagai pihak untuk bersama-sama mencapai target Net Zero Emission tahun 2060,” kata Wiluyo.

Menurutnya, upaya transisi energi menuju energi bersih dengan meningkatkan bauran EBT dapat menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Batam. Dia juga berharap kehadiran PLTS Apung ini tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi listrik dari pembangkit ini dapat dimanfaatkan untuk menerangi Pulau Batam dan sekitarnya yang terhubung dengan jaringan listrik PLN Batam. (*)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER