Monday, July 15, 2024
HomeBatamRakor Pengendalian Inflasi Daerah Bersana Mendagri, Usai Lebaran Stabilitas Pangan di Batam...

Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Bersana Mendagri, Usai Lebaran Stabilitas Pangan di Batam Terkendali

Editor : Sudianto Pane

spot_img

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi bersama Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M. Pd. mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah rutin tahun 2023, Rabu (3/5/2023).

Rapat virtual tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri. Kepala Badan Pusat Statitik (BPS), Badan Pangan Nasional, dan stakeholder lainnya. Serta Gubernur, Bupati dan Wali Kota se- Indonesia.

Mendagri, Tito Karnavian dalam rapat virtual tersebut menyampaikan, kegiatan yang cukup besar pada perayaan Hari Raya kemarin memunculkan demand yang tinggi pada bulan April. Namun masih terkendali.

“Meski ada perayaan musiman, namun year to year (dari tahun ke tahun) inflasi Indonesia turun dari 4,97 persen menjadi 4,33 persen. Dimana trennya semakin baik,” ujar Mendagri Tito.

Mendagri Tito menambahkan, posisi inflasi Indonesia sendiri berdasarkan data yang dipublish dunia berada di urutan 145 dari 166 negara terbawah urutan inflasi tertinggi. Dimana menurutnya, urutan ini membuktikan makin terkendalinya inflasi di Indonesia bahkan lebih baik dari negara tetangga Singapura dan Filipina.

Usai rakor Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan, bahwa selama Ramadhan dan lebaran Pemerintah Kota Batam terus berusaha mengendalikan inflasi melalui operasi pasar murah.

“Dengan upaya yang kita lakukan, pangan di Batam allhamdulilah terkendali dan masyarakat tidak ‘panic buying’. Stabilitas dan keamanan ini yang kita jaga supaya ekonomi dan pembangunan bisa berjalan,” ujar Rudi.

Meski begitu, sebagian besar masyarakat masih merasa bahwa harga kebutuhan pokok belum terkendali. Hal tersebut disampaikan Mendagri kepada Kepala Daerah se-Indonesia.

“Tadi disampaikan Bapak Mendagri, bahwa keluhan masyarakat terkait tingginya harga pangan karena pertama masyarakat tidak memahami situasi gejolak pangan dunia, dan kedua bervariasinya angka inflasi di tiap daerah,” kata Rudi menyampaikan hasil rakor.

Sehingga melalui kedua hipotesa tersebut, Mendagri meminta kepada Kepala Daerah untuk dapat mensosialisasikan kepada masyarakat terkait inflasi dan situasi perekonomian dunia, juga inflasi di Indonesia yang terkendali, agar tumbuh kepercayaan terhadap pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Di Batam terutama inflasi terkendali pasca lebaran. Dimana angkanya mengalami penurunan year to year dari 1,12 persen pada bulan April 2022, menjadi 0,47 persen pada April 2023,” tutupnya.(*)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER