Thursday, July 25, 2024
HomeHealthSulit Tidur atau Insomnia, Berikut Jenis-jenisnya

Sulit Tidur atau Insomnia, Berikut Jenis-jenisnya

* Redaksi

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Insomnia adalah keadaan di mana seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata-rata setiap orang mengalami insomnia setidaknya sekali seumur hidupnya.

Insomnia dapat disebabkan karena banyak hal, mulai dari masalah psikologis, jet lag, begadang dan alat elektronik, jam kerja yang sering berubah, alkohol, rokok, kopi, pemakaian obat-obatan, perubahan hormon, keturunan dan penyakit tertentu.

Dikutip dari buku berjudul Mengatasi Insomnia, Cara Mudah Mendapatkan Kembali Tidur Nyenyak Anda, berikut jenis-jenis insomnia:

1. Insomnia Transient (Sementara) 

Insomnia transient atau sementara dapat disebabkan karena stres akut, jetlag, sistem pekerjaan berdasarkan shift, gangguan lain misalnya perubahan dalam lingkungan tidur, waktu tidur yang tidak teratur hingga depresi berat. Insomnia transient (sementara) ini biasanya terjadi selama beberapa hari maupun minggu.

2. Insomnia Jangka Pendek 

Kondisi insomnia jangka pendek adalah di mana seseorang tidak mampu tidur dengan baik secara konsisten pada beberapa jangka waktu, antara 1 hingga 4 minggu. Insomnia jangka pendek dapat disebabkan stres yang terus menerus atau berkelanjutan, penyakit akut, dan efek samping pengobatan.

3. Insomnia Kronis 

Keadaan yang termasuk insomnia kronis adalah apabila keluhan sulit tidur terjadi lebih dari 4 minggu. Insomnia kronis dapat disebabkan karena terjadi perubahan struktur kimia otak dan hormon otak, dan terdapat gangguan psikiatrik (cemas atau depresi).

4. Insomnia Fatal Familial 

Insomnia ini merupakan jenis insomnia yang paling berbahaya dan mematikan dibandingkan insomnia lainnya. Penderitanya bahkan diperkirakan hanya 40 orang di seluruh dunia.

Insomnia fatal familial masih menjadi sebuah pertanyaan bagi para ilmuan. Insomnia ini ditimbulkan karena mutasi gen yang menyebabkan kemrosotan fungsi pusat tidur di otak.

Penderitanya jadi tak bisa tidur dan akibatnya mereka bisa mengalami halusinasi, kelelahan, kehilangan memori, gangguan kontrol otot, demensia, koma hingga meninggal dunia. (*)

 

Sumber: tempo

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER