Monday, July 15, 2024
HomeLainnyaInternasional7 Desa di India Diisolasi Imbas Merebaknya Kasus Virus Nipah

7 Desa di India Diisolasi Imbas Merebaknya Kasus Virus Nipah

* Redaksi

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Pihak berwenang negara bagian Kerala, India, menutup sekolah dan perkantoran imbas merebaknya virus Nipah yang menewaskan dua orang.

Diberitakan Reuters, otoritas setempat memberlakukan isolasi di tujuh desa di distrik Kozhikode dan menutup sekolah-sekolah, bank, serta institusi lainnya.

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus langka yang bisa merusak otak tersebut.

Baru-baru ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia di Kerala usai terjangkit virus Nipah. Satu orang lagi tewas pada 30 Agustus, serta dua orang dari keluarga yang sama terinfeksi lalu kini dirawat di rumah sakit.

Menurut seorang pejabat dari Kementerian Kesehatan Kerala, lebih dari 130 orang telah dites untuk melacak virus. Virus ini sendiri mudah menular lewat kontak langsung dengan cairan tubuh kelelawar yang terinfeksi, babi, atau bahkan orang lain.

Ini merupakan wabah keempat virus Nipah di Kerala sejak 2018. Wabah pertama dan terburuk terjadi saat seorang pria 26 tahun pergi ke rumah sakit dan tanpa sengaja menularkan ke pasien lain. Saat itu dia mengalami demam dan batuk.

Sebanyak 21 orang pun tewas usai terinfeksi kala itu. Pada 2019 dan 2021, virus ini kembali merenggut dua nyawa.

Virus Nipah sendiri pertama kali diidentifikasi pada 1998 saat menyebar ke babi-babi di Malaysia dan Singapura. Kala itu, lebih dari 100 orang tewas di kedua negara tersebut.

Sejak itu, virus Nipah menyebar ribuan mil dan membunuh sekitar 72 atau 86 persen dari mereka yang terinfeksi.

Virus ini bisa merusak otak hewan maupun manusia.

Sementara itu, berdasarkan investigasi Reuters pada Mei, beberapa wilayah Kerala merupakan salah satu tempat yang paling berisiko secara global terkena wabah virus kelelawar.

Hal ini akibat deforestasi dan urbanisasi yang menyebabkan manusia dan satwa liar tinggal dan berkontak cukup dekat.

Desa asli korban pertama sendiri yakni Maruthonkara, terletak di dekat hutan seluas 300 hektar. Area ini adalah rumah bagi beberapa spesies kelelawar. (*)

 

Sumber: cnnindonesia

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER