Thursday, July 25, 2024
HomeBatamKapasitas Air di Batam Aman sampai 8 Bulan ke Depan

Kapasitas Air di Batam Aman sampai 8 Bulan ke Depan

spot_img

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Menghadapi musim panas dan kemarau yang mulai berdampak di berbagai daerah di Indonesia yang memasuki musim kemarau dan kekeringan, kapasitas air di Kota Batam masih tergolong aman untuk 8 bulan ke dapan.

Hal itu diungkapkan Mujaman, Direktur PT Air Batam Hilir dan PT Air Batam Hulu dalam acara Coffee Morning bersama media di Cafe Atok , Batam Center, Rabu (20/09/2023). Dikatakan, pihaknya terus mengikuti perkembangan cuaca, mengumpulkan data dan melakukan simulasi untuk mengetahui ketahanan air bersih di Kota Batam.

“Hasi perhitungan, dalam keadaan curah hujan tergolong kering, kita masih aman 8 bulan. kita selalu mengumpulkan data dan simulasi dan hasilnya mayoritas waduk aman hanya satu kritis yakni Waduk Nongsa tapi masih bisa untuk dua bulan,” kata Mujaman.

Dalam kesempatan ini, Mujaman juga membeberkan sejumlah progres dalam pengelolaan air bersih. Diungkapkan, SPAM batam berhasil meningkatkan IPAM yang bekapasitas 3.600 RPS yang sebelumnya perform sepanjang tahun 3.500 RPS.

Dikatakan, kebutuhan air di Kota Batam saat ini minimal 4.000 RPS sehingga dilakukan peningkatan kapasitas sekitar 10 persen, jadi 3.850 RPS. Hal ini mampu mengatasi kekurangan sedikit di kota Batam selama 3 bulan,

“Pada bulan September dilakukan penambahan pasokan dengan adanya IPAM baru di Muka Kuning sebanyak 350 RPS sehingga 4000 RPS sudah didapatkan dan tinggal didistribusikan,” ujarnya.

Mujaman mengungkapkan, capaian lain yakni di Jalur Punggur, Buana Vista, Botania, sampai ke Bandara Hang Nadim daerah kritisnya sudah sangat berkurang meski belum seluruhnya.

Di jalur Harapan, kata Mujaman masih ada perbaikan di CGR namun sebagian besar sudah mengalir, hanya di beberapa gang tertentu belum mengalir karena pembangunan yang akan dilakukan belum bisa dilaksanakan.

“Kalau Patam sangat tinggi tapi alhamdulillah Patam sudah kita siapkan pipa semoga segera bisa teraliri. Putra Jaya yang sudah 14 tahun tidak mengalir, sekarang di blok A dan sekitarnya dan ruko bagian depan sudah dapat air semuanya,” ujarnya.

BACA:Demi Tambahan Kapasitas Suplai Air, SPAM Batam Mulai Lakukan Pemasangan Pipa-pipa Transmisi dari Muka Kuning

BACA:Minggu Depan, BU SPAM BP Batam Mulai Lakukan Pembangunan Jaringan Baru

Di kota atau jalur tengah ke arah yang tinggi di Nagoya, Kampung Utama, Jodoh Permai yang sudah bertahun-tahun tidak mendapat aliran, dipastikan sudah dapat. “Namun tidak semua yang harus dilayani terlayani karena untuk memastikan semua terlayani tentu ada tambahan-tambahan yang harus dikerjakan , namun BP Batam dan ABH melaksanakan kerja sama yang luar biasa sehingga diharapkan semua bisa terlayani<‘ ujarnya.

Di sisi lain, Mujaman mengatakan masih ada yang harus dilakukan, yakni memperbaiki jaringan yang kini dalam proses seperti di Saguba, Patam, dan di Sentral. “Ini akan diperbaiki. Dalam pekan ini sudah jalan, saat ini pipa – pipa sudah di lapangan,” tambahnya.

Diakui, masih banyak lagi risiko meski kapasitas sebenarnya cukup untuk melayani 308.500 pelanggan. Risiko tersebut termasuk pipa pecah karena kemampuan pipa ketika menghadapi tekanan sudah tidak mampu.

Mujaman mengatakan, pada tahun 2024, kapasitas air Batam makin aman dan pelayanan air bersih makin baik mengingat BP Batam berencana menambah kapasitas air 500 RPS di Dam Duriangkang , 230 RPS di Dam Tembesi , dan 230 RPS di Dam Sei Gong. “Kalau ini terwujud awal tahun dikerjakan, tahun berikutnya bisa bernapas karena air sudah melimpah,” kata Mujaman.

Mujaman mengaku pihaknya kini juga memperhatian aliran air di Putra Jaya yang cukup tinggi sehingga pihaknya melihat solusi yang paling tepat adalam membangun boster pam di basecamp. “Perencanaan sudah selesai sehingga di Putra Jaya bisa menikmati air di kran. Untuk di Bukit harimau, Patam masih harus menunggu berapa minggu lagi untuk mendapat air melalui pipa,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Mujaman mengimbau konsumen khususnya di kota seperti di Batam Center, Nagoya untuk menghemat karena dari data yang ada penggunaan air di kawasan tersebut masih tinggi yakni lebih dari 30 meter kubik per bulan.

Dia juga berharap kasus pipa pecah akibat pembangunan infrastuktur seperti jalan, tidak lagi terjadi karena hal itu mengakibatkan masyarakat menderita. Mujaman juga mengharapkan masyarakat memaklumi jika pengembangan jaringan terkesan lambat .

“Mengapa lambat, model kerja sama sepert ini baru satu-satunya di Indoensia, belanja uang negara melalui presdur yang sangat ketat, sebagai pelaksana agar mendapat kepercayaan diri belanja harus memberi manfaat untuk umum, memberi nilai tambah, dan terbebas dari masalah hukum,” pungkasnya. (ric)

 

 

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER