Saturday, March 2, 2024
HomeMixedNews2 Tahun Tepat Invasi Rusia ke Ukraina, Putin: Rusia Tidak akan Terkalahkan

2 Tahun Tepat Invasi Rusia ke Ukraina, Putin: Rusia Tidak akan Terkalahkan

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Presiden Vladimir Putin mengatakan dalam sebuah wawancara yang dirilis hari Kamis dengan jurnalis sayap kanan Amerika yang kontroversial, Tucker Carlson, negara-negara Barat harus paham bahwa “tidak mungkin” mengalahkan Rusia di Ukraina.

Dalam wawancara dua jam dengan mantan pembawa acara Fox News – yang dilakukan tepat menjelang peringatan dua tahun invasi Rusia ke Ukraina. Tak cuma itu, Putin juga mengatakan pada reporter Wall Street Journal Evan Gershkovich yang dipenjara bahwa kesepakatan “dapat dicapai’ dengan persyaratan tertentu.

“Persyaratan tertentu sedang dibahas melalui saluran layanan khusus,” katanya dikutip dari AFP.

Putin bersikeras bahwa reporter tersebut adalah mata-mata, namun ini sudah dibantah keras oleh media tersebut dan juga pemerintah AS.

Itu adalah wawancara tatap muka pertama Putin yang dilakukan oleh seseorang dari media Barat sejak 2019.

Namun Carlson, yang dekat dengan kandidat Gedung Putih dan mantan presiden Donald Trump, tidak banyak mengajukan pertanyaan sulit dan lebih banyak mendengarkan ketika pemimpin Kremlin itu memberikan pandangannya tentang sejarah Rusia. Dia juga menggambarkan negara itu sebagai korban pengkhianatan negara Barat.

Putin membela keputusannya untuk menginvasi Ukraina sejak Februari 2022. Dan dia mengatakan negara-negara Barat sekarang menyadari bahwa Rusia tidak akan terkalahkan, meskipun AS, Eropa, dan NATO membantu Ukraina.

“Sampai saat ini, ada berbagai keributan dan teriakan mengenai kekalahan strategis bagi Rusia di medan perang. Namun kini mereka tampaknya mulai menyadari bahwa hal ini (mengalahkan Rusia) sulit untuk dicapai. Menurut pendapat saya, hal tersebut adalah hal yang sulit untuk dicapai. Mustahil,” katanya.

Ia juga menyampaikan pesannya kepada Kongres AS, di mana Partai Republik yang didominasi Trump semakin enggan untuk terus mendukung Ukraina dengan senjata dan bantuan militer lainnya.

“Saya akan memberi tahu Anda apa yang kami katakan mengenai masalah ini dan apa yang kami sampaikan kepada para pemimpin AS. Jika Anda benar-benar ingin berhenti berperang, Anda harus berhenti memasok senjata,” katanya.

Ketika ditanya apakah Moskow akan mempertimbangkan untuk menyerang negara-negara lain di kawasan ini – anggota NATO Polandia dan Latvia – atau secara umum di seluruh benua Eropa, Put mengatakan hal itu “tidak mungkin.”

“Kami tidak tertarik pada Polandia, Latvia, atau negara lain. Mengapa kami melakukan hal itu? Kami sama sekali tidak tertarik. Itu hanya ancaman,” kata Putin.

Perang dengan Polandia, katanya, akan terjadi “hanya dalam satu kasus: jika Polandia menyerang Rusia.”

Ketika ditanya tentang kemungkinan perubahan kepemimpinan setelah pemilu AS, di mana Biden diperkirakan akan berhadapan dengan Trump dalam pertandingan ulang pemilu tahun 2020, Putin mengindikasikan bahwa ia tidak akan melihat banyak perubahan.

“Anda baru saja bertanya kepada saya apakah pemimpin lain datang dan mengubah sesuatu? Ini bukan tentang pemimpinnya. Ini bukan tentang kepribadian orang tertentu.”

Saat menjadi presiden dan sejak dikalahkan oleh Biden, Trump telah berulang kali memuji Putin dan tidak mengutuk invasi ke Ukraina – dengan mengatakan bahwa jika invasi tersebut terealisasi maka ia akan mampu menyelesaikan perang dalam “24 jam,” meski tidak mengatakan caranya.

Sebaliknya, Biden mencap Putin sebagai “penjahat perang” dan menjadikan dukungan terhadap pemerintahan terpilih Ukraina yang pro-Barat sebagai salah satu prioritas utama kepresidenannya. (*)

 

Sumber: cnnindonesia

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER