Saturday, March 2, 2024
HomeMixedNewsKlarifikasi Ketua KPU Kepri Soal Video Ketua KPU Batam Marah dan Tendang...

Klarifikasi Ketua KPU Kepri Soal Video Ketua KPU Batam Marah dan Tendang Meja Kursi

* Redaksi

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Video yang memperlihatkan Ketua KPU Batam, Mawardi, menendang hingga membanting meja di depan petugas pengepak logistik pemilu viral di media sosial.

Aksi Mawardi itu kemudian dilaporkan ke KPU RI oleh KPU Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kejadian itu diketahui terjadi di gudang logistik KPU, Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Minggu (4/2) lalu.

Dilihat pada video rekaman CCTV itu, terlihat Mawardi melintas di belakang petugas pengepakan logistik. Mawardi langsung menunjuk ke arah parah petugas tersebut.

Dalam video itu Mawardi kemudian mendekat ke arah meja kemudian menendangnya hingga terjatuh. Ia juga kemudian terlihat membanting meja lainnya di lokasi tersebut.

Pria tersebut kemudian menghampiri petugas yang sedang melakukan pengepakan logistik pemilu sambil menunjuk ke arah kiri dan ke kanan. Usai itu Mawardi terlihat marah dan pergi meninggalkan para petugas tersebut.

Ketua KPU Kepri Indrawan Susilo Prabowoadi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kejadian tersebut merupakan dinamika pekerjaan yang dihadapi.

“Ya pertama itu merupakan dinamika internal kita. Kami meminta maaf jika video itu menyebar luas di luar kita,” kata Indrawan di Kantor KPU Batam, Kamis (8/2/2024).

Indrawan menyebut bahwa pihaknya langsung melakukan klarifikasi di KPU Batam usai video itu viral. Ia menyebut permasalahan yang terjadi dalam video telah selesai di internal KPU.

“Dan hari ini kami hadir bersama dengan teman-teman komisioner Batam, dalam rangka meneguhkan hati, bahwa tidak ada persoalan yang serius di antara kami lebih pada persoalan pekerjaan dan semuanya pada semangat dan spirit yang sama. Bawa pemilu di Batam berjalan dengan baik dan sukses. Komisioner dan sekretariat dalam posisi yang solid,” ujarnya.

“Tidak seperti yang tergambar dalam video. Itu sudah clear. Kami tadi sudah bicara panjang lebar dari hati ke hati semua. Lebih pada sebuah dinamikanya yang terjadi di lingkungan kerja,” tambahnya.

Indrawan menyebut kejadian pada video viral itu terjadi pada hari Minggu (4/2). Ia mengatakan kejadian tersebut merupakan kejadian spontanitas.

“Kejadiannya 3 atau 4 hari yang lalu. Istirahat sebentar, sambung lagi dalam rangka mengejar logistik, harus siap H-1 siap di TPS. Sehingga ada spontanitas merupakan hal yang dimaklumi,” ujarnya.

Indrawan menyebut dengan adanya kejadian itu tak mengganggu pemilu yang tinggal beberapa hari lagi. Ia mengatakan saat ini KPU kabupaten dan kota di Kepri dalam posisi siap menyelenggarakan Pemilu 2024.

“Sekali lagi itu adalah dinamika dalam pekerjaan. KPU Batam komisioner, semua KPU kota dan kabupaten di Kepri pada posisi siap dalam melaksanakan Pemilu,” ujarnya.

Indrawan menyebut bahwa kejadian viral itu menjadi pelajaran bagi internal. Untuk pihak yang menyebarkan video tersebut hingga viral pihaknya masih menunggu arahan KPU RI.

“Kami dalam posisi ini pelajaran berharga dan kami di jajaran KPU dan semua masalah harus diselesaikan di internal dan lebih mengambil hikmah dan pelajaran. Bahwa nanti perlu dilakukan tindakan maka akan dilakukan, kami harus melaporkan kepada KPU RI. Tidak ada yang perlu dirisaukan dan lainnya. Kami menunggu arahan dari KPU RI,” ujarnya. (*)

 

Sumber: detik

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER