5 Fakta Menarik Kasus Penyekapan Satu Keluarga di Batam, 10 Jam Terkurung hingga Anak Kelaparan

AKBP Prasetyo Rachmad Purboyo, Kapolresta Barelang saat menggelar ekspose di Polsek Batam Kota, Senin (25/11/2019).(romi/suryakepri)

SURYAKEPRI.COM – Warga Kota Batam dihebohkan dengan perilaku seorang debt collector bernama Pijai Siagian Alvin (23) yang melakukan penyekapan  terhadap Elis Widyanwati (35) dan dua anaknya yang tinggal di Perumahan Buana Vista III, Botania, Kelurahan Belian Kecamatan Batamkota, Minggu (24/11/2019) pagi.

 

Berikut fakta-fakta menarik dari aksi penyekapan yang dilakukan petugas penagih ini kepada keluarga Elis Widyanwati.

 

1. Berawal dari utang

 

Korban penyekapan debt collector, Elis Widyanwati (35) mengaku terpaksa melakukan pinjaman ke koperaai ilegal. Pasalnya, ia terpaksa melakukan pinjaman untuk memulai usaha mainan anak-anak.

“Saya mengakui kesalahan saya, karena saya meminjam uang ke koperasi. Tapi, saya ada niat untuk membayar,” kata Widyanti, di Mapolsek Batam Kota, Senin (25/11/2019).

 

Permasalahan ekonomi membuat Wiwi Elis Widyawati harus meminjam uang kepada rentenir.

 

Kondisi suami yang tidak bekerja dan sedang mengadu nasib di ibukota mendorong hingga tuntutan ekonomi membuat dia memberanikan diri untuk meminjam uang.

 

“Suami kan nggak ada kerjaan sehingga uang seratus dua ratus di kirim dari Jakarta buat bertahan hidup di Batam nggak cukup,” ujar Wiwi

 

Elis Widyanwati korban penyekapan oleh debt collector saat di Mapolsek Batamkota, Senin (25/11/2019).

 

Ia juga menuturkan kebutuhan hidup yang tinggi ditambah rumah yang di tempatinya merupakan rumah yang ia kontrak.

 

“Kebutuhan juga lumayan tinggi jadi  membuat kita pinjam sana pinjam sini, Ada teman yang menyarankan pinjam ke koperasi jadi ditawarkan,” jelasnya.

 

BACA JUGA: Terungkap, Alvin Sengaja Matikan Listrik dan Gembok Rumah Korban, Pelaku Penyekapan Diancam 7 Tahun

BACA JUGA: Jaksa Segera Gelar Perkara Ungkap Dugaan Penggelapan Pajak Pemko Tanjungpinang

BACA JUGA: Dua Anak di Bawah Umur Korban Penyekapan Sempat Kelaparan Sebelum Polisi Datang