BREAKING NEWS, Driver Taksi Konvensional-Online Kembali Memanas di Pelabuhan Batam Centre

Driver taksi konvensional dan taksi online kembali ribut di Pelabuhan Internasional Batam Center, Selasa (3/12/2019). (romi/suryakepri.com)

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Driver taksi konvensional dan taksi online kembali ribut di Pelabuhan Internasional Batam Center, Selasa (3/12/2019).

Puluhan taksi pelabuhan tidak terima karena taksi online masuk membawa penumpang di pelabuhan.

Keributan terjadi karena tidak adanya kepastian dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri yang tidak tegas menanggap hal tersebut, karena tidak sesuai dengan surat keputusan yang dikeluarkan.

BACA JUGA: Peringatan Keras Isdianto ke Kadis, Harus Sering Cek ke Lapangan

BACA JUGA: KPU Karimun Masih Berpegang PKPU Tahun 2015: Eks Napi Korupsi Tak Bisa Nyalon Pilkada

Salah satu driver taksi online, Defrizal mengatakan bahwa berdasarkan surat keputusan Dishub Kepri, taksi online yang masuk ke pelabuhan maupun bandara tidak boleh di tangkap jika tidak memakai aplikasi.

“Pantang bagi kami menghidupkan aplikasi jika masuk wilayah redzone. Tapi, driver taksi pelabuhan tidak terima,” kata Defrizal.

Lanjut Defrizal, driver taksi konvensional tetap bersikeras bahwa mobil yang sudah masuk aplikasi online tidak diperbolehkan mengambil penumpang, meskipun aplikasi sudah dimatikan.

“Ini tidak sesuai dengan surat keputusan bersama Dishub Kepri. Dishub Kepri harus mengambil tindakan tegas kalau ingin Batam ini aman,” ujarnya.

Keributan antar taksi online dan konvensional langsung diamankan pihak kepolisian KKP Pelabuhan, karena situasi mulai memanas karena adanya penahanan kendaraan taksi online oleh driver taksi konvensional. (Romi)