Ini Sosok Orias Petrus Moedak yang Ditunjuk Jadi Dirut Inalum?

Orias Petrus Moedak (Sumber: CNBC)
Orias Petrus Moedak (Sumber: CNBC)

SURYAKEPRI.COM – Orias Petrus Moedak adalah direksi BUMN yang sering ‘dilempar’ sana-sini mengurusi perusahaan BUMN, tapi selalu dalam waktu singkat.

Belum genap setahun memegang jabatan Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia atau sejak Desember 2018 hingga Senin ini (25/11/2019), kini putra asli NTT ini kembali digeser menjadi Dirut PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) yang kini memiliki brand baru MIND ID atau Holding BUMN Pertambangan.

Inalum membawahi PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), Antam, dan perusahaan Amerika yang saham mayoritasnya dibeli MIND ID yakni Freeport.

Sebelum ditarik memegang jabatan Wapresdir Freeport Indonesia, Orias memang juga dari Inalum tapi sebagai Direktur Keuangan Inalum periode April 2018-Desember 2018 atau hanya 9 bulan.

BACA: Erick Thohir Tunjuk Orias Moedak Jadi Dirut Inalum

BACA: Awal Minggu Depan Ahok Mulai Bertugas di Pertamina, Segini Gajinya

Orias, pada dasarnya, kuat dari sisi keuangan, mengingat pengalaman profesional selama ini bergelut di bidang keuangan.

Sebelum di Inalum, lalu Freeport, kemudian balik lagi ke Inalum, Orias adalah Direktur Keuangan Bukit Asam periode 2017-2018.

Sebelumnya Orias adalah Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, BUMN pelabuhan yang berbasis di Surabaya, periode 2016-2017.

Setahun sebelumnya, Orias menjabat Direktur Keuangan PT Pelindo II, BUMN pelabuhan yang digadang-gadang menjadi Holding BUMN Pelabuhan, periode 2014-2016 atau 2 tahun.

Profil Orias di sejumlah BUMN yang pernah ditempatinya merekam, Orias lahir di Kupang, NTT, 26 Agustus 1967.

Pendidikan dasarnya ia selesaikan di SDK Don Bosko III Kupang tahun 1980, kemudian lanjut ke SMP Negeri 2 Kupang, dan lulus tahun 1983. Pada 1986 ia lulus dari SMA Negeri 1 Kupang.

Ia kemudian kuliah ekonomi, khususnya akuntansi, di Universitas Padjajaran periode 1986-1990, kemudian lanjut ke Galilee International Management Institute (port senior management), Coaltrans School of Coal 2017 di St Anne’s Colllege, Oxford, Inggris.

Sebelum di BUMN, Orias malang melintang di sektor swasta, termasuk di sektor pasar modal.

Dia pernah menjadi Direktur Corporate Finance PT Bahana Securities (1994), Direktur PT Reliance Sekuritas Tbk, Managing Director Head of Indonesia Civerage Daiwa Capital Markets Singapura Limited (2010), Managing Director PT Danareksa Sekuritas, dan Senior Auditor Ernst &Young (1992). (*)

 

Pegawai PT Pos Mengaku Babak Belur, Curiga Sengaja Dibangkrutkan dan Mengadu ke Erick Thohir