Kasus Penyekapan Satu Keluarga di Batam, Oknum Debt Collector Terancam Jadi Tersangka

Ilustrasi Debt Colector (Sumber: Hope4USA)
Ilustrasi Debt Colector (Sumber: Hope4USA)

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchy mengatakan, pelaku penyekapan terhadap Winda dan anak-anaknya bisa dijadikan tersangka.

Hal itu dikatakan Kapolsek, setelah memperoleh  minimal dua alat bukti yang sah.

“Sudah, sudah. Ini sedang proses juga untuk kelepangkapan,” katanya saat ditemui awak media di depan kantornya di Batam Center, Senin (25/11/2019) pagi.

BACA JUGA: Heboh Satu Keluarga Disekap Debt Collector di Batam, KPPAD Kepri Proses Hukum Tetap Berlanjut

BACA JUGA: Disrupsi, Deutsche Bank Kerahkan Pasukan Robot AI Gantikan 18.000 Pekerja

BACA JUGA: Serunya HUT Guru di Kabupaten Anambas, Pesan Bupati ke PNS Soal Buang Ego

Hanya saja, Kapolsek ini belum memberikan informasi lebih jauh. Ia berjanji, terkait hal itu akan dibuka seluas-luasnya pada konferensi pers yang akan digelar Senin sore nanti.

“Maaf ini, belum bisa kami komentar banyak. Masih nunggu arahan pimpinan. Tapi sore ini rencana kami gelar konferensi pers. Iya nanti dirilis,” tambahnya.

Kasus penyekapan satu keluarga di kawasan Buana Vista, Batam Centre, Kota Batam berlanjut. Saat ini sedang ditangani Polsek Batam Kota.

“Semalam korban dan pelaku sudah diperiksa. Pelaku juga sudah diamankan. Ya, korban berharap dugaan tindakpidana ini berlanjut ke proses hukum. Bahwa ada pemberian maaf itu soal lain. Tapi untuk ke sana pun saat belum ada. Korban inginkan proses hukum,” kata Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Erry Syahrial.(put)