Kasus Siswa Tak Mau Hormat Bendera di Batam, Persekutuan Gereja-gereja di Kepri Angkat Bicara

Ketua PGIW Kepri Pdt Pinda Harahap.(dio)

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kasus dua orang siswa SMPN 21, Sagulung, Kota Batam yang viral karena menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan hormat bendera merah putih pada saat upacara mendapat beragam tanggapan.

Lembaga Aras Nasional Kepulauan Riau, dan Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Batam angkat bicara mengenai keberadaan penganut Saksi Yehowa (atau ada yang menyebut Yehovah), yang ada di wilayah Kepulauan Riau.

Pimpinan Lembaga Gereja Aras Nasional Provinsi Kepri, Pdt Pinda Harahap yang juga Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Kepri menolak adanya anggapan bahwa (sekter) Saksi Yehovah merupakan bagian dari umat Kristiani.

Baca: Terungkap, Dua Siswa SMP di Batam yang Tak Mau Hormat Bendera Terpapar Sekte YH

Baca: Ditengarai 200 Siswa di Batam Terpapar Sekte YH, Tak Mau Hormat Bendera dan Menyanyikan Indonesia Raya

Baca: Nurdin Basirun Didakwa Suap dan Gratifikasi, Abu Bakar Dituntut 2 Tahun Penjara

Hal ini diutarakannya, mengingat ajaran yang dianut oleh sekte atau aliran Saksi Yehovah sangat berbanding terbalik dengan ajaran umat Kristen.

“Dengan tegas kami menyatakan bahwa saksi Yehovah tidak ada hubungannya dengan Lembaga Aras Gereja Nasional, dan juga bukan bagian dari BKAG”.

“Kami juga menolak adanya dogma yang menyamakan bahwa saksi Yehovah adalah bagian dari Kristen,” tegasnya, Selasa (03/12/2019).