Minta Tanggapan Ahli, Pemerintah Bahas Eceng Gondok di Dam Duriangkang

Profesor Dr. Gadis Sri Haryani dari Pusat penelitian Liminologi LIPI saat menjadi tamu dalam pembahasan eceng gondong di waduk Duriangkang. (suryakepri.com)

BATAM, SURYAKEPRI – Satu-satunya sumber air baku di Kota Batam adalah berasal dari air hujan yang ditampung di waduk-waduk. Sehingga upaya menjaga kuantitas dan kualitas air baku di genangan waduk menjadi sangat panting.

Dibutuhkan upaya yang serius dan terprogram untuk menjaga fungsi waduk. Antara lain melalui kegiatan pembersihan waduk dari gulma Eceng gondok. Saat ini luasan Eceng gondok di genangan waduk Duriangkang sudah mencapai +/-180 ha di genangan waduk seluas 2.400 ha pada elevasi +7.5 m.

“Untuk itu kita mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kesehatan dan kesempatan sehingga dapat hadir pada acara pemaparan Upaya Pembersihan dan Penanggulangan Gula Eceng Gondok di Waduk Duriangkang,” ujar Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

Untuk itu, lanjut dia, kegiatan seperti ini dipandang perlu untuk mendapat masukan dari para ahli. Agar upaya penanganan Eceng gondok di Waduk Duriangkang sebagai 70 persen sumber air baku di Kota Batam dapat dilaksanakan.

“Setelah dilaksanakan pembersihan eceng gondok secara signifIkan, maka tinggal dilakukan upaya perawatan dan pembersihan rutin waduk mencegah pertumbuhan enceng gondok secara invasif di genangan waduk,” katanya.

BACA JUGA: RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK, Minggu 24 November 2019, Cancer Coba Netralisir Emosimu, Virgo Perlu Sedikit Waktu Biar Pulih