Mulai Minggu Depan Turki Pulangkan Jihadis ISIS ke Negara Asal

Turki bukan hotel untuk teroris asing

Mendagri Turki Suleyman Soylu (Guardian)
Mendagri Turki Suleyman Soylu (Guardian)

SURYAKEPRI.COM – Pemerintah Turki segera memulangkan para jihadis Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ke negara asalnya masing-masing.

“Sekarang kami memberi tahu Anda bahwa kami akan mengirimkan mereka (jihadis ISIS) kembali ke negara Anda. Kami akan memulainya pada hari Senin,” kata Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu, di Ankara, Jumat (8/11/2019).

Soylu mengatakan bahwa upaya repatriasi juga akan mencakup individu yang telah dicabut kewarganegaraannya di Eropa dan secara hukum tidak memiliki kewarganegaraan.

Ankara telah berulang kali mengkritik negara-negara Eropa karena menolak repatriasi 1.200 warga negara asing yang saat ini ditahan di penjara Turki karena dicurigai memiliki hubungan dengan organisasi teror.

“Negara-negara tidak bisa begitu saja mencabut kewarganegaraan mantan teroris semacam itu dan mengharapkan Turki untuk memelihara mereka. Kami tidak bisa menerima dan juga tidak bertanggung jawab,”katanya kepada wartawan pada 2 November lalu. “Turki bukan hotel untuk teroris asing,” sambung Soylu. 

Pemerintah Inggris merupakan yang menerapkan kebijakan untuk mencabut status kewarganegaraan terhadap 100 orang yang diduga bergabung dengan kelompok jihadis.

Padahal jika ditinjau dari Konvensi New York 1961, kebijakan mencabut status kewarganergaan sebenarnya tergolong ilegal. Sehingga kebijakan Inggris sebenarnya sudah tidak boleh dilakukan lagi.

Tidak mudah