Nelayan Kundur Ditemukan Tewas Tersambar Petir, Jenazah Mengapung di Laut Durai

Nelayan asal Pulau Burung, Kecamatan Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, Nama Kamaradunin dievakuasi oleh warga dan petugas.(yahya)

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Seorang nelayan asal Pulau Burung, Kecamatan Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, Nama Kamaradunin (45), ditemukan mengapung di sekitar perairan Selat Teluk Nangka, Pulau Durai.

Sayang, Kamaradunin ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, Jumat (8/11/2019) pagi sekitar pukul 11.00 WIB.

Kasatpolairud Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus ketika dihubungi Suryakepri.com membenarkan kabar tersebut.

Baca: Penumpang di Pelabuhan Pelantar ll Tanjungpinang Menumpuk, Akibat Gelombang Tinggi Kapal Tunda Berlayar

Baca: Gajah Liar Masuk Lapangan Golf Perumahan Chevron di Riau, Dikhawatirkan Ngamuk Rusak Perumahan

Baca: Insiden Ambruknya Jembatan Wisata di Montego Resort, Polisi Periksa Pihak Hotel dan Olah TKP

Sahata mengatakan, mayat Kamaradunin ditemukan pihaknya bersama warga di sekitar perairan Teluk Nangka, Kecamatan Durai, Karimun.

“Iya, tadi pagi sekitar jam 11. Yang nemukan kita sama warga. Di situ ada juga jajaran Direktorat Polairud Polda Kepri,” kata Sahata, Jumat.

Sahata juga mengatakan, jenazah Kamaradunin sudah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dikebumikan di Tanjung Batu, Kundur.

Sahata mengatakan, Kamaradunin diduga tewas tersambar petir saat menjaring di laut pada Selasa (5/11/2019) lalu.

“Korban tersambar petir, kejadian tanggal 5 November kemarin,” kata Sahata.

Kamaradunin meninggalkan satu orang istri dan enam orang anak. (hay)