SURYAKEPRI.COM, BATAM – Budaya ngopi sudah lekat dengan masyarakat di Kepulauan Riau (Kepri) atau Batam pada khususnya. Kedai-kedai hingga rumah kopi bertumbuh, seakan menegaskan Batam surganya bagi pecinta kopi.

Tak hanya pada pagi atau sore hari, kebiasaan ngopi lazim dilakukan setiap saat. Bahkan muncul pameo, bahwa untuk mendirikan provinsi pun berawal dari meja kopi.

Sejarah kopi sudah tenar pada zaman perang kemerdekaan. Tahukah Anda, bahwa sang proklamator Ir Soekarno juga menjadi salah satu pecinta kopi?

Siapa sangka jika kopi tubruk, nasi jagung menjadi santapan favorit Presiden Pertama RI, Bung Karno?

Baca: Jokowi Fokus Ambil Alih Ruang Kendali Udara di Langit Kepri dari Singapura

Baca: Menteri Susi dan Isdianto Buka Festival Padang Melang Anambas

Kegemarannya makan nasi jagung sudah muncul sejak kecil, apalagi Bung Karno lahir dan besar di kampung.

Saat remaja, Bung Karno tumbuh di masa penjajahan Belanda. Sehingga waktu itu dia tidak terlalu pilih-pilih makanan dan cenderung menerima makanan yang disajikan.

Di antara banyak pilihan makanan, Bung Karno suka sekali dengan sate, rawon, sayur lodeh, dan sambal terasi, serta nasi jagung.

Repro foto saat Bung Karno bersantap. (ist/gesuri)

Bahkan, nasi jagung ini merupakan menu utama Bung Karno saat pagi hari.

Dilansir dari tulisan milik Mangil, mantan pengawal pribadi yang menulis buku berjudul Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967, bercerita tentang kebiasaan sarapan Bung Karno.

Setiap pagi, Bung Karno selalu sarapan nasi . Tak lupa ada secangkir kopi tubruk.

“Jagung ini melambangkan dunia tani. Dibandingkan beras, jagung ini lebih menunjukkan kekuatan,” ujar Bung Karno dari tulisan tersebut.

Biasanya, Bung Karno menyantap nasi jagung bersamaan dengan lauk pauk seperti daun singkong, ikan asin, dan sambal. Nasi jagung ini juga memiliki porsi kecil, yaitu hanya semangkuk kecil saja.

Untuk melengkapi sarapannya, Bung Karno meminum kopi tubruk. Mangli menuliskan bahwa kopi tubruk Bung Karno haruslah sesuai takarannya. Yaitu satu sendok kopi dan satu setengah sendok gula.