Ombak 4 Meter di Anambas-Natuna Dipengaruhi Topan Kammuri, Seberapa Bahaya Topan Kammuri?

Tim SAR Tanjungpinang melakukan pantauan pencarian kapal yang tenggelam, (suryakepri/istimewa)

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Tingginya ombak di perairan Anambas dan Natuna dipengaruhi adanya topan Kammuri di Filipina yang menyebabkan terjadinya gelombang tinggi di bagian utara mencapai 6 Meter.

Hal ini disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas l Hang Nadim Batam.

Selanjutnya, pada wilayah perairan Anambas, dan  laut Natuna sendiri diperkirakan gelombang tinggi mencapai 4 Meter.

Sementara di perairan Bintan dan Tanjungpinang,  diperkirakan gelombang tinggi mencapai 2,5 meter.

Pada perairan Lingga sendiri, potensi gelombang tinggi mencapai 2 Meter. Perairan Batam, serta Karimun 1 Meter.

BACA JUGA: Temukan Dugaan Korupsi Rp 192 Juta di Dispar Karimun, Kasusnya Justru Mau Berhenti, Ini Kata Jaksa

BACA JUGA: Tiga Alasan MU Jangan Gantikan Solskjaer dengan Pochettino

BMKG pun memberikan peringatan atas potensi gelombang tinggi yang terjadi di perairan Kepri.

“Bagi transportasi laut, dan aktivitas kelautan,  dihimbau agar waspada terhadap gelombang tinggi di wilayah perairan Bintan, Lingga, Natuna dan Anambas,” ucap Forecaster on duty Made Rony, Rabu (04/12/2019).

Made juga menyampaikan, topan Kammuri, yang dikenal di Filipina sebagai topan Tisoy juga menyebabkan adanya penumpukkan massa udara di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) yang menambah peluang pembentukan awan-awan hujan.

Secara umum, kondisi cuaca di Kepri diprakirakan berpeluang terjadi hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Kita juga himbau potensi hujan lebat pada pagi dan siang hari di wilayah Lingga,” himbaunya kembali.

Untuk suhu udara di Kepri berkisar mulai 23 sampai 33 derajat celcius, dengan kecepatan angin 5 sampai 35 kilometer perjam, dan kelembaban udara 65 sampai 98 persen.(put)