Pasien Gugat RS Mata Solo karena Kedua Matanya Buta – Tuntutannya Mengganti Biaya Hidup

Sidang gugatan perdata kasus dugaan malpraktik, Selasa (26/11/2019), di Pengadilan Negeri Surakarta. (jsnews)

Seorang pasien mengaku menjadi buta kedua belah matanya setelah menjalani operasi katarak di Rumah Sakit Mata Solo. Pasien tidak terima.

SOLO, SURYAKEPRI.COM – Rumah Sakit (RS) Mata Solo Digugat pasiennya karena diduga melakukan malpraktik.

Kastur (65), penjual soto Lamongan menggugat secara perdata Rumah Sakit (RS) Mata Solo karena diduga melakukan malpraktik yang menyebabkan kedua matanya mengalami kebutaan.

Kastur mengalami kebutaan kedua belah matanya setelah mejalani operasi katarak di RS tersebut oleh dokter spesialis mata inisial RH.

Baca: RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK, Kamis 28 November 2019, Gemini Hindari Konfrontasi, Aries Tetap Tenang

Baca: Terungkap, Dua Siswa SMP di Batam yang Tak Mau Hormat Bendera Terpapar Sekte YH

Baca: Anak Wakil Bupati Pesta Sabu di Mes Pemkab Polisi Tak Ada Ampun

Korban melalui kuasa hukumnya, Bagus Triyono menuntut RS Mata Solo mengganti biaya hidup yang hilang setelah kedua matanya mengalami kebutaan.

Tuntutan itu disampaikannya dalam sidang gugatan perdata kasus dugaan malpraktik, Selasa (26/11/2019), di Pengadilan Negeri Surakarta.

“Gugatan kami adalah gugatan perbuatan melawan hukum terkait dengan hilangnya atas hak hidup dengan butanya Pak Kastur. Ini dia kehilangan nafkah sejak sakit tahun 2016. Itu yang kita tuntut,” urainya.