Penumpang di Pelabuhan Pelantar ll Tanjungpinang Menumpuk, Akibat Gelombang Tinggi Kapal Tunda Berlayar

Ilustrasi, fasilitas pelabuhan yang kerap untuk naik dan turun penumpang kapal Pelni, termsuk Kapal Kelud yang melayani penumpang dari Batam, dinilai tak layak disebut terminal tingkat nasional.(suryakepri.com/agung)

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Gelombang tinggi di perairan Kepri menyebabkan penundaan sejumlah pelayaran transportasi laut.

Puluhan penumpang yang akan menuju Pulau Penyengat pun terpaksa harus bersabar.

Sebab, angin kencang dan gelombang yang lumayan tinggi, membuat kapal (biasa disebut pompong) harus ditunda sementara waktu pengoprasiaannya.

Pantaun Suryakepri.com, para penumpang terlihat santai menunggu di pelabuhan penyeberangan yang terletak di Pelantar ll Tanjungpinang.

BACA JUGA: 7 Fakta Menarik Ambruknya Jembatan Wisata di Montego Resort Kota Batam, Dinasehati Karyawan hingga Turis Asing Terluka

BACA JUGA: Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang Bakar Ratusan Kilo Barang Tegahan Ilegal dari Luar Negeri

BACA JUGA: Pembatalan Penerbangan Sriwijaya Air dan NAM Air, Direktur BUBU: untuk Hari Ini sampai Minggu

Indra, seorang warga yang akan menyeberang menyampaikan, sudah lebih kurang 1 jam telah menunggu.

“Gak papa nunggu. Soalnya kan bisa diliat sendiri, gimana gelombang, sama anginnya juga kencang,” katanya, Jumat (8/11/2019).

Data yang diterima dari BMKG Tanjungpinang. Perairan Tanjungpinang-Bintan berpotensi terjadi gelombang tinggin mencapai 0,6 meter.

Untuk kecepatan arus laut permukaan mulai dari 5, sampai 45 centimeter perdetik.

Kondisi cuaca pun diprediksi berawan hingga terjadi hujan ringan.(put)