Ribut Lagi, Kapolres Panggil Taksi Online dan Konvensional Pelabuhan

Kapolresta Barelang, Kombes Rahmat Prasetyo Purboyo

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo mengambil tindakan tegas dengan memanggil kedua belah pihak taksi pelabuhan dan online untuk menyelesaikan perselisihan di Pelabuhan Internasional Batam Center, Selasa (3/12/2019) siang.

Mediasi dilakukan di Polsek KKP Pelabuhan Internasional untuk menyamakan persepsi dan menjaga kondusifitas Kota Batam.

Pasalnya, keributan sering terjadi di objek vital.

“Kami langsung memanggil kedua belah pihak untuk menyelesaikan ini, karena ini menganggu kenyamanan pendatang ke Batam,” kata AKBP Prasetyo Rahmad Purboyo, Kapolresta Barelang, Selasa (3/12/2019).

BACA JUGA: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kapolres Tanjungpinang Sampaikan 7 Imbauan ke Masyarakat

BACA JUGA: 35 Sekolah Dapat Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kepri

Lanjut Prasetyo, permasalahan taksi konvensional dan online merupakan permasalahan pihak kepolisian, apalagi keributan di objek vital seperti pelabuhan.

“Kami sebagai aparat keamanan wajib menindak tegas juga, jangan sampai ada korban jiwa akibat permasalahan ini,” ujarnya.

Prasetyo menjelaskan, keributan sudah mulai mereda setelah kedua belah pihak di mediasi.

“Semoga tidak ada keributan karena masalah seperti ini lagi,” ungkap Badawi.

Kadispar Sesalkan Keributan

Memanasnya kembali driver taksi konvesional dan online di Pelabuhan Batam Centre mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam.

Ardiwinata bahkan menyesalkan keributan di Pelabuhan Internasional Batam Center tadi siang Selasa (3/12/2019).

Menurut mantan Kabag Humas Batam ini, kejadian itu mencoreng citra kepariwisataan di Batam.

Sebagai destinasi kedua terbesar dikunjungi setelah Provinsi Bali.

“Keributan di Batam Center Merusak Kepariwisataan. Kami sangat menyesalkan. Kami minta aparat dan pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini. Ada yang salah tindak. Bapak wali kota Batam (HM Rudi) susah membuat konsep pariwisata baik-baik agar mendorong pertumbuhan ekonomi,malah rusak dengan model keributan kek begini,” ujarnya saat dimintai tanggapan oleh awak media.