Kenaikan Cukai Rokok:
Sebatang Rokok Dipajaki Rp740 Sampai Rp1.700

Rokok (Sumber: Pepnews)
Rokok (Sumber: Pepnews)

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Kementerian Keuangan telah menetapkan kenaikan cukai hasil tembakau dan harga jual eceran (HJE) yang akan berlaku mulai 2020. Setiap batang rokok akan dikenakan cukai antara Rp740 sampai Rp1.700-an.

Ketentuan tersebut termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 152/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK 146/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Ditetapkan pada 18 Oktober 2019 dan diundangkan pada 21 Oktober 2019.

Kenaikan cukai dan batasan HJE rokok berlaku pada 1 Januari 2020, sebagaimana disebut pada Pasal II Ayat (2).

Sementara pita cukai dapat dilekatkan paling lambat 1 Februari 2020 sebagaimana disebut pada Pasal II Ayat (1) Huruf (b) (ii).

“Batas waktu pelekatan pita cukai yang telah dipesan dengan tarif sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/PMK.010/2017 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK.010/2018 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau masih dapat dilekatkan paling lambat tanggal 1 Februari 2020,” bunyi Pasal II Ayat (1) Huruf (b) (ii).

Ada 8 jenis rokok yang diatur dalam beleid itu, baik buatan dalam negeri atau impor yang mana besaran cukai dan HJE rokok dimuat masing-masing pada lampiran III dan IV.

Untuk rokok buatan dalam negeri, beberapa di antaranya rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I dengan HJE paling rendah Rp 1.700 dikenakan cukai Rp 740 per batang atau gram, naik 25,42% dari Rp 590.

SKM Golongan II