Sri Mulyani Minta Jajaran Bea Cukai Tanggap Keluhan Pengusaha

Menkeu Sri Mulyani rapat bersama jajaran Bea Cukai. (Foto: Kemenkeu)
Menkeu Sri Mulyani rapat bersama jajaran Bea Cukai. (Foto: Kemenkeu)

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk tanggap pada keluhan para pengusaha.

Jajaran Bea Cukai agar meneladani dan mencontoh sikap ‘mendengarkan’ yang dilakukan Presiden Joko Widodo untuk diterapkan saat melaksanakan tugas sehari-hari.

Menkeu membagi salah satu pengalamannya mengikuti rapat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan para pengusaha.

Dari rapat tersebut terlihat kesungguhan, kesabaran, dan keinginan Presiden untuk memahami permasalahan yang dihadapi para pengusaha dan mencari solusi yang tepat bersama-sama.

“Waktu Bapak Presiden ketemu dengan asosiasi TPT (Tekstil dan Produk Tekstil), mereka muncul dengan banyak lists (permasalahan). It’s a good conversation.”

“Bapak Presiden bertemu asosiasi itu tidak favoring satu demi satu,” kata Menkeu saat memberikan arahannya kepada jajaran pimpinan di DJBC pada acara rapat koordinasi (Rakor) DJBC di Kantor Pusat DJBC, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Sikap seperti ini diharapkan dapat diteladani, diikuti, dan diterapkan dalam gaya kepemimpinan  jajaran pejabat DJBC untuk memecahkan permasalahan yang ada.

“Jadi, saya ingin kalau Presiden saja sabar menerima para pengusaha, in genuinely ingin memecahkan masalah, kita harus mampu melayani dengan lebih baik,” tambah Menkeu.

“Jadi lesson learnt yang harus selalu diingat oleh jajaran DJBC adalah harus memupuk sikap dan mentalitas untuk bersedia mendengarkan, memahami situasi, dan bekerjasama mencari pemecahan masalah dengan cepat dan tepat.”

Inovasi dan kreativitas untuk selalu mencari cara bekerja yang lebih efektif dan efisien sangat diperlukan.

Namun, imbuh Sri Mulyani, jajaran DJBC juga harus memberikan kepastian dan kemudahan berusaha.

Itulah gaya leadership yang diharapkan Menkeu dapat diterapkan di jajaran DJBC. (*)

Bupati Karimun Segera Gelar Rapat Teknis Atasi Hambatan Investasi yang Dikeluhkan Pengusaha