Tak Ada Pelabuhan Kontainer di Karimun, Investasi Serap 12 Ribu Pekerja Gagal Masuk

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan kata sambutan di Forum Group Discussion peningkatan ekspor dan investasi di Hotel Aston Karimun, Rabu (20/11/2019). Foto Suryakepri.com/Humas Pemkab Karimun

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau melewatkan peluang emas penanaman investasi di daerah mereka.

Sebuah perusahaan konsorsium tiga negara yakni Tiongkok, Singapura dan Indonesia batal menanamkan investasinya di Karimun, Kepulauan Riau.

Padahal jika terwujud, investasi ketiganya akan membutuhkan sekitar 12 ribu tenaga kerja lokal.

Baca: SELEKSI CPNS 2019 – Waktu Pendaftaran CPNS Diundur 15 Hari

Baca: FOTO-FOTO Ketua Senat UNIBA DR HM Soerya Respationo,SH,MH: Jadilah SDM Unggul, Bantu Indonesia

Baca: Partai Demokrat Kepri Segera Kirim 7 Nama Bakal Cagub-Cawagub ke DPP

Semua itu gagal terwujud hanya gara-gara Karimun tidak memiliki pelabuhan bongkar-muat peti kemas atau kontainer yang representatif.

Semua itu terungkap saat acara Forum Group Discussion (FGD) sinergi peningkatan ekspor dan investasi di Kabupaten Karimun yang digelar Bea Cukai bersama Badan Karantina Pertanian di Hotel Aston Karimun, Rabu (20/11/2019).

Lin Ce, seorang perempuan pengusaha asal Kota Batam yang mengungkapkan fakta memilukan itu.