Temukan Dugaan Korupsi Rp 192 Juta di Dispar Karimun, Kasusnya Justru Mau Berhenti, Ini Kata Jaksa

Kasi Pidana Khusus Kejari Tanjungbalai Karimun, Andriansyah. (Foto Suryakepri.com/Rachta Yahya)
Kasi Pidana Khusus Kejari Tanjungbalai Karimun, Andriansyah. (Foto Suryakepri.com/Rachta Yahya)
KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Setelah hampir satu bulan, penyelidikan dugaan korupsi anggaran di Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Karimun, Kepulauan Riau, jaksa pada Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun akhirnya menemui titik terang.

Jaksa menemukan dugaan pelanggaran dalam pengelolaan anggaran tahun 2017 dan 2018 di Dispar Karimun.

Namun, alih-alih menetapkan tersangka dugaan korupsi, kasusnya justru akan mau berhenti.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karimun, Andriansyah membenarkan temuaan dugaan korupsi anggaran tahun 2017 dan 2018 di Dispar Karimun.

Angkanya cukup besar yakni mencapai Rp 192 juta.

Namun sebelum kasusnya naik ke tahap penyidikan, Kadispar Karimun, Zamri sudah terlebih dahulu mengembalikan dugaan kerugian negara.

Pengembalian Zamri mengembalikan berupa uang tunai sebesar Rp 195 juta ke kas daerah Pemkab Karimun sekitar seminggu lalu.

“Dispar kembalikan uangnya. Sebelum audit keluar dia (Kadispar Karimun, Zamri, red) udah setor,” kata Andriansyah, Rabu (4/12/2019).

Andriansyah bahkan menyebut Zamri justru kelebihan dalam mengembalikan uang dugaan kerugian negaranya.

Berdasarkan hasil audit, Dispar Karimun diwajibkan mengembalikan sekitar Rp 192 juta tapi oleh Zamri malah disetorkan Rp 195 juta atau selisih Rp 3 juta.

“Kelebihan dia setor. Hasil audit Rp 192 juta, dia setor Rp 195 juta,” kata Andriansyah.