Permen PUPT 13/2019 tentang BP2BT:
Uang Muka Rumah Bersubsidi Turun Jadi 1 Persen Saja

Persyaratan lama menabung pada sistem perbankan dari semula minimal enam bulan menjadi tiga bulan

Ilustrasi rumah sederhana (sumber: housing estate)
Ilustrasi rumah sederhana (sumber: housing estate)

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Pemerintah menurunkan syarat uang muka atau Down Payment (DP) rumah bersubsidi dari minimal 5 persen menjadi hanya 1 persen.

Aturan yang diterbitkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut demi memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan rumah bersubsidi

Wakil Menteri PUPR Wempi Wetipo mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri PUPT nomor 13 tahun 2019 tentang Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Ada beberapa perubahan ketentuan, antara lain persyaratan uang muka yang semula minimal 5% menjadi 1%.

Persyaratan Kredit rumah bersubsidi

“Beberapa ketentuan pada peraturan tersebut diubah, misalnya pertama persyaratan uang muka yang semula minimal 5% menjadi 1%,” ujar John Wempi di Jakarta, Minggu (17/11/2019).

Menurut dia, aturan tersebut untuk memudahkan persyaratan kepemilikan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah lewat Program BP2BT.

Dalam aturan baru itu juga, kata John, persyaratan lama menabung pada sistem perbankan dari semula minimal enam bulan menjadi tiga bulan.

Sedangkan pelonggaran persyaratan ketiga adalah perpanjangan masa berlaku Surat Keputusan Penerima Manfaat BP2BT ditambah dari semula 20 hari menjadi 30 hari.

Terakhir, relaksasi persyaratan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebelum akad kredit menjadi surat pernyataan kelaikan fungsi bangunan rumah dari pengkaji teknis, pengawas konstruksi atau manajemen konstruksi.(*)