Ungkap Kematian Ibu Rumah Tangga yang Tewas Gantung Diri di Bintan, Hari Ini Polisi Autopsi Jasad Meri

Kapolsek Gunung Kijang AKP Monang P Silalahi ditemui di Hotel Badhra, Kecamatan Toapaya, Bintan, Rabu (27/11/2019). (MBA/SURYAKEPRI.COM)

BINTAN, SURYAKEPRI.COM – Polsek Gunung Kijang dibantu Tim Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri akan melaksanakan autopsi jasad Meri Arifa Sari (31), setelah ditemukan diduga gantung diri pintu ruang tengah rumahnya, Senin (25/11/2019) malam.

Autopsi jasad Meri Arifa dilaksanakan guna mengungkap fakta kematian korban.

“Hari ini kita laksanakan autopsi yang dilakukan dokter forensik Polda Kepri di Ruma Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib,” ujar Kapolsek Gunung Kijang AKP Monang P Silalahi ditemui di Hotel Badhra, Kecamatan Toapaya, Bintan, Rabu (27/11/2019).

Monang menuturkan, sejauh ini sudah empat yang dimintai keterangan terkait misteri kematian korban. “Termasuk suami korban (Khoirul Anwar), yang turut mengantar ke Puskesmas, serta saudara korban. Yang jelas masih kita selidiki lebih lanjut,” ujar Monang.

Seperti diketahui, Meri seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan dikabarkan tewas setelah gantung diri salah satu pintu rumahnya. Meri ditemukan gantung diri pakai kain selendang tergantung di pintu tengah antara ruang depan dan ruang belakang.

BACA JUGA: Jaksa Tunggu Keterangan Ahli, Ungkap Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Rp2,2 Miliar di Pemkab Bintan

BACA JUGA: Polres Bintan Ajukan Dana Hibah Rp4,6 Miliar untuk Pengamanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020 

Monang menjelaskan, pihaknya mengetahui kejadian itu setelah menerima laporan dari warga. Petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) rumah korban.

“Saat anggota tiba di TKP, ternyata korban sudah dibawa suaminya ke Puskesmas Kawal karena mungkin panik mau menolong istrinya,” ujar dia.

“Korban gantung diri pakai kain panjang, yang buat gendong anak (kain selendang),” jelas Monang.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, kata Monang, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini jasad korban berada di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang.

“Jasad korban kita bawa ke rumah sakit guna pemeriksaan medis, nanti hasil penyelidikannya kita informasikan lagi,” tutup Monang. (MBA)