Upah Antar Sabu Baru Dibayar 10 Persen, Tersangka H Kini Lihat Barang Kirimannya Dimusnahkan BNNP Kepri

BNNP Kepri melakukan pemusnahan barang bukti narkoba hasil tangkapan, di Kantor BNNP Kepri Jalan Hang Jebat KM 3, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam pada Rabu (4/12/2019).(put/suryakepri.com)

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Kepulauan Riau (Kepri) kembali melakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu dan ekstasi.

Pemusnahan dilakukan di depan Kantor BNNP Kepri Jalan Hang Jebat KM 3, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam pada Rabu (4/12/2019).

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan dari tersangka berinisial H  berprofesi sehari hari sebagai karyawan swasta yang diamanankan di Tanjung Sengkuang pada 3 November 2019 lalu.

Tersangka ditangkap saat hendak mengantarkan barang haram tersebut menggunakan speedboat menuju tempat tujuannya.

BACA JUGA: Johanes Pura-Pura Mati Sebelum Polisi Datang, Dihajar Warga Usai Mencuri Besi di Jalan S Parman Batam

BACA JUGA: Begini Kondisi Johanes Pencuri yang Diamuk Warga Saat Dirawat di Rumah Sakit

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh BNNP Kepri sebanyak 3022,19 gram sabu dan 8984 butir ekstasi.

“Dari barang bukti narkoba jenis sabu  3022,19 gram Sabu  sisihkan 1620 gram untuk dimusnahkan sedangkan 8984 butir ekstasi sisihkan 207 butir untuk dimusnahkan,” ujar Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan.

Ia juga mengungkapkan mengungkapkan tersebut rencananya akan dibawa oleh tersangka ke Tembilahan Provinsi Riau.

“Pengakuan tersangka barang tersebut dari Malaysia dan akan di bawa ke Tembilahan,” ujarnya.

Pelaku dijanjikan akan diupah 75 juta rupiah jika berhasil mengantarkan dua jenis narkoba tersebut  hal itu diungkapkan oleh Richard kepada awak media

“Tersangka dijanjikan diupah Rp 75 Juta tapi baru di diberikan uang muka sebesar 10 juta rupiah,” ujarnya.

Kepala BNNP Kepri juga mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan tersangka aksi yang dilakukannya tersebut baru pertama kali dilakukan

“Pengakuan bersangkutan kegiatan tersangka baru pertama kali dilakukan,” ujarnya.

Dalam acara pemusnahan tersebut hadir Direktur Badan Usaha Bandara Hang Nadim Batam, Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, perwakilan Kejaksaan Negeri kota Batam perwakilan pengadilan dan Instansi terkait lainnya.(put)