Pendapatan PD BPR Karimun Jeblok dari Rp 707 Juta ke Rp 17 Juta Saja, Sifat Tak Terpuji Ini Diduga Penyebabnya

Editor : Sudianto Pane

Bupati Karimun Aunur Rafiq diwawancarai wartawan usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Karimun, Senin (5/9/2022) sore. Foto Suryakepri.com/YAHYA
Bupati Karimun Aunur Rafiq diwawancarai wartawan usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Karimun, Senin (5/9/2022) sore. Foto Suryakepri.com/YAHYA
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Kabar kurang sedap datang dari Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

Perusahaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun itu mengalami penurunan pendapatan drastis.

PD BPR Karimun yang terletak di jalan Pramuka, Kelurahan Tanjungbalai Karimun, Kecamatan Karimun itu pendapatannya jeblok sekitar 1000 persen dari sebelumnya sekitar Rp 707 juta terjun bebas menjadi hanya sekitar Rp 17 juta.

.Baca :ย 

Mirisnya lagi, pendapatan sekitar Rp 17 juta tersebut tidak bisa disetorkan ke kas daerah dikarenakan tidak memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minimum Rp 1 miliar.

Hal ini berbanding terbalik dari tujuan awal didirikannya PD BPR Karimun oleh Pemkab Karimun yang hendak mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Fakta tersebut terungkap pertama kali saat rapat Paripurna DPRD Karimun pada 14 September 2022 lalu.

Bupati Karimun Aunur Rafiq ketika diwawancarai membenarkan kabar terjun bebasnya pendapatan PD BPR Karimun dari sebelumnya sekitar Rp 707 juta ke hanya sekitar Rp 17 juta tersebut.

“Iya benar, turun dari sebelumnya sekitar Rp 707 juta ke Rp 17 juta. Itu pun tidak bisa disetor ke kas daerah karena syarat OJK itu minimum ada saldo kas BPR Rp 1 miliar baru bisa diambil,” ujar Rafiq.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.